Masih pakai yang bajakan?

Your Ads Here

   Sekarang ini saya lagi sedih melihat masih banyak banget masyarakat Indonesia yang membajak perangkat lunak. Oke lah ya mereka ini emang masih pada buta teknologi, yang mereka tahu cuma tinggal make aja dapet dari mananya mereka gak peduli.
Tidak sedikit teman saya yang minta tolong saya untuk me-download software bajakan, semisal Fi, Downladin microsoft office dong atau Fi installin windows 10 dong. Jadi, yang mereka tahu bahwa software yang mereka gunakan ini adalah gratis, padahal mah enggak. Gak heran deh suatu saat mereka bakalan nanya Ini windowsnya kenapa? kok minta aktifasi atau Ini microsoft officenya kenapa kok product code failed.
Kalo dipikir-pikir ada alasan yang masuk akal kenapa pada pake bajakan :
  1. Harganya mahal.
  2. Produk nya bagus.
  3. Banyak yang make.
  4. Sudah terbiasa.
  5. Tidak ada alternatifnya.
Tapi itu dulu, gak ada alternatifnya. Sekarang udah banyak perangkat lunak yang mempunyai fungsi yang sama.

Sepaket laptop Windows

Sebelumnya akan saya jelaskan dulu berapa sih harga yang harus dibayarkan mulai dari membeli laptop baru yang tidak bisa digunakan sampai bisa digunakan.
Semisal, saya ingin membeli laptop X441SA yang masih menggunakan DOS.
buat yang belum tahu, DOS berarti tanpa sistem operasi. Jadi, jika kamu membeli laptop dengan Free DOS berarti kamu hanya beli laptop nya aja, belum bisa di pakai buat kerja.
Nah, biar laptopnya bisa di pakai tentu harus diisi dulu dengan sistem operasi. Dalam hal ini saya ambil contoh Windows 10 Home yang merupakan varian paling murah dari Windows 10.
Itu baru sistem opersinya aja ya. Jadi laptop kamu udah bisa dipakai buat nonton vidio, mendengarkan lagu, buka browsing. Nah, gimana kalau mau kerja? Kita bisa pakai produknya microsoft lagi yaitu Microsoft Office.
Dalam hal ini saya pilih Office Home & Student 2016 karena sekali bayar untuk seumur hidup, jadi saya tidak perlu membayar lagi.
Sekarang ayo kita hitung berapa uang yang harus kita siapkan untuk mendapatkan sebuah sistem + perangkat lunak untuk kerjanya.
Microsoft Office 365 = Rp.1.799.999
Windows 10 Home    = Rp.2.199.999
Total harganya           = Rp.3.999.998
Lebih mahal dari harga laptopnya yang cuma Rp.3.499.000. Itu cuma harga buat kerjanya ya, gimana kalo kamu adalah seorang desain grafis. Kamu butuh Adobe Photoshop yang untuk sekarang ini hanya tersedia versi CC dimana kamu harus berlangganan setidaknya Rp.269.800/bulan.
Jika kamu punya uang sih gak masalah, tapi gimana jika kamu adalah orang yang kere seperti saya, hmm... Membajak bukan pilihan ya.

Akibat menggunakan program bajakan

Seperti yang sudah saya sebut diatas bahwa membajak bukan sebuah pilihan. Karena dengan menggunakan program / perangkat lunak bajakan, sistem operasi windows kamu akan mendapatkan ancaman bahaya dari program tersebut. Bahaya yang mungkin terjadi adalah :
  1. Terserang malware
    Malware / virus mungkin akan menyerang sistem operasi windows kamu jika kamu menggunakan program bajakan. Pernah gak sih kamu saat mencoba memasang crack kamu diminta untuk me-nonaktifkan antivirus? Ya, itu karena kemungkinan file crack nya mengandung malware berbahaya.
  2. Komputer jadi lambat
    Masih berhubungan dengan nomor satu, jika sudah terserang malware maka komputer kamu akan lambat dalam memproses data. Entah itu buka file explorer yang lama sampai membuat program crash atau not responding.
  3. Data mudah dicuri
    Karena file cracknya mengandung malware, maka komputer kamu rentan untuk dicuri data-datanya. Bahkan, bisa jadi crack tersebut adalah sebuah spyware yang akan memata-matai apa yang kamu lakukan di komputer tersebut.
  4. Tidak akan mendapatkan update
    Pada dasarnya setiap program / perangkat lunak harus selalu di update, guna untuk menambal celah ( Tak ada program yang aman, pasti ada celah nya ) atau menambahkan fitur baru. Misalnya Microsoft Office yang memiliki bug macro, jika tidak kamu update ke versi yang terbaru sistem kamu akan mendapatkan 90% kemungkinan terserang virus. Misalnya membuka file ber-ekstensi *docx yang mengandung malware berbahya.

Migrasi ke GNU/Linux

Tenang aja, ada alternatif untuk orang kere yaitu bermigrasi ke GNU/Linux. Ada banyak sekali distro linux didunia ini, dan bisa kamu pilih sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Semisal, kita coba aja pakai Linux mint dimana tampilannya mirip sekali dengan windows. Menggunakan start menu untuk menjalankan perangkat lunak, yah pokoknya mirip lah.
Linux mint ini bisa kamu dapatkan secara gratis yaitu dengan download disitus resminya https://linuxmint.com/. Linux mint menurut saya sangat cocok buat kamu yang baru saja migrasi dari windows ke linux. Mulai dari tampilannya yang mirip, sampai dengan cara mengoperasikannya yang mudah. Juga tersedia aplikasi bawaan yang cocok dipake buat kerja seperti Libre Office, atau desain grafis juga ada namanya GIMP dan semua itu gratis kamu gak perlu bayar apa-apa.

Jika kamu merasa bingung sama tampilan libre office, kamu bisa gunakan WPS office yang tampilannya mirip-mirip sama microsoft office.
Selain gratis, linux juga punya komunitas yang gak sedikit. Mereka siap membantu kamu jikalau kamu mendapati masalah saat menggunakannya. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan linux.

Jadi gimana? Apa kamu siap bermigrasi ke GNU/Linux? Saya juga punya distro yang saya rekomendasikan untuk kamu coba selain Linux mint yaitu Ubuntu, Elementary OS, dan Deepin OS. Baca juga Deepin OS - Distro Linux Ternyaman buat lihat bagaimana sedikit review saya terhadap distro tersebut. Dan juga Xenta OS - Distro buatan Indonesia dengan tampilan yang cantik.

Software pengganti

Berikut ini adalah list software / perangkat lunak pengganti yang ada di Linux.
  • Adobe Photoshop = GIMP - GNU Image Manipulation Program.
  • Adobe Premiere Pro = Kdenlive.
  • CorelDRAW = Inkscape.
  • Microsoft Word = WPS Writer.
  • Mircosoft Excel = WPS Spreadsheets.
  • Microsoft Powerpoint = WPS Presentation.

Sekian dulu ya, semoga bermanfaat!
Your Ads Here

0 Comments

Silahkan bebas berkomentar disini. Jangan nyepam link aktif, dan harap gunakan kata yang sopan.
EmoticonEmoticon